√Dituding Lembek dan Diskriminasi soal Protokol Covid-19, Polri: Tunggu Saja
Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Dituding Lembek dan Diskriminasi soal Protokol Covid-19, Polri: Tunggu Saja yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.
KONTENISLAM.COM - Mabes Polri angkat bicara terkait tudingan sejumlah pihak yang menilai polisi tidak tegas dalam penegakkan protokol kesehatan Covid-19 dikaitkan dengan kedatangan Rizieq Syihab dari Arab Saudi belakangan ini. Salah satunya tudingan dari Ketua Pengurus Setara Institut Hendardi yang melihat paradoks dalam kepemimpinan politik Jokowi dan jajarannya dalam soal ini.
Pemerintah dalam hal ini polisi, bisa tegas dalam membubarkan ribuan kumpulan massa dengan prinsip hukum salus populi suprema lex esto. Namun itu seolah tidak berlaku bagi kerumunan yang diciptakan oleh kedatangan Rizieq.
“Tunggu saja,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat ditanya Beritasatu.com Minggu (15/11/2020).
Jenderal bintang dua ini tidak menjelaskan lebih lanjut soal apa yang ia maksud dengan kalimatnya itu.
Seperti diberitakan, Hendardi yang juga penasihat ahli Kapolri, tidak habis pikir demgan lembeknya penegakkan protokol kesehatan. Polisi hanya menggunakan kalimat “mengimbau”, tapi tidak bertindak lebih tegas.
“Ini paradoks kepemimpinan politik Jokowi, dan tentu jajarannya, dalam penanganan Covid-19. Jangankan kewajiban menjalankan protokol kesehatan, prinsip hukum salus populi suprema lex esto yang selama ini digaungkan oleh para pejabat negara dan aparat keamanan, sama sekali tidak berlaku bagi kerumunan yang diciptakan oleh kedatangan Rizieq,” kritik Hendardi.
Asas yang berarti keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi, yang selama ini telah digunakan polisi untuk melakukan pembatasan-pembatasan sosial, bahkan untuk melakukan pembubaran kegiatan yang mengkritisi kinerja pemerintah, tapi kali ini seolah lumpuh.
Hendardi menilai ketidaktegasan ini adalah buah dari pilihan politik akomodasi Jokowi terutama sejak merangkul Prabowo Subianto menduduki jabatan, dan obral Bintang Mahaputera ke sejumlah elite oposisi.
Sumber: beritasatu.com
0 Response to "√Dituding Lembek dan Diskriminasi soal Protokol Covid-19, Polri: Tunggu Saja"
Posting Komentar