√Makna 'Rambut Merah' di Balik Heboh Kelompok Tak Wajibkan Salat

Makna 'Rambut Merah' di Balik Heboh Kelompok Tak Wajibkan Salat - Hai Sobat pembaca semuanya, salam sejahtera kami ucapkan untuk para sobat Pembaca Swarakyat. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan memberikan Rahmat dan hidayahNya sehingga sobat bisa meluangkan waktu untuk mampir di situs kami ini.

Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Makna 'Rambut Merah' di Balik Heboh Kelompok Tak Wajibkan Salat yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.

Makna 'Rambut Merah' di Balik Heboh Kelompok Tak Wajibkan Salat 

KONTENISLAM.COM - Sejumlah pria yang rambutnya dicat merah di Kampung Ciroyom, Cianjur, mendapat sorotan publik.

Pimpinan dan anggota kelompok 'rambut merah' masih satu keluarga besar. Mereka menyebut salat dan puasa tak wajib.

Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko mengungkapkan makna rambut merah itu. "Itu (berambut merah) pembeda saja," kata Uyeng, Senin (4/5/2021).

Dia sudah berkomunikasi dengan pimpinan dan sejumlah anggota kelompok 'rambut merah'. Menurut Uyeng, soal rambut yang dicat itu tidak memiliki filosofi khusus.


"Tidak ada filosofi atau yang lainnya. Jadi, katanya, sekadar membedakan anggota kelompok dan yang bukan," tutur Uyeng.

Berdasarkan hasil musyawarah antara Pemdes dan MUI dengan para kelompok rambut merah, mereka sudah dibina serta diminta mencukur rambutnya. "Kita minta dicukur dan tidak lagi mewarnai rambutnya dengan warna merah," ucap Uyeng.

Di sisi lain, DJ pimpinan kelompok rambut merah, menolak untuk memberikan keterangan terkait kelompoknya dan alasan anggotanya menggunakan ciri khas rambut merah.(detik)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "√Makna 'Rambut Merah' di Balik Heboh Kelompok Tak Wajibkan Salat"

Posting Komentar