√Konflik 'Celeng' Dianggap Hanya Settingan untuk Menaikkan Popularitas PDIP

Konflik 'Celeng' Dianggap Hanya Settingan untuk Menaikkan Popularitas PDIP - Hai Sobat pembaca semuanya, salam sejahtera kami ucapkan untuk para sobat Pembaca Swarakyat. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan memberikan Rahmat dan hidayahNya sehingga sobat bisa meluangkan waktu untuk mampir di situs kami ini.

Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Konflik 'Celeng' Dianggap Hanya Settingan untuk Menaikkan Popularitas PDIP yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.

Konflik 'Celeng' Dianggap Hanya Settingan untuk Menaikkan Popularitas PDIP 

KONTENISLAM.COM - Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul memberi tanggapan terkait konflik antara Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurutnya, konflik tersebut bisa diartikan sebagai drama yang berusaha untuk menaikkan popularitas PDIP sebelum Pilpres 2024 dimulai.

"Saya melihat ini sebagai dramaturgi politik. Bisa juga di panggung depan itu mereka saling bersinggungan atau berlawanan," ujar Adib kepada GenPI.co, Minggu (17/10/2021).

Tidak hanya itu, dirinya juga mengira bahwa ada settingan di belakang layar agar PDIP selalu menjadi topik panas untuk diperbicangkan.

"Bahkan bisa saja disetting sedemikian rupa di panggung belakang. Panggung belakang itu apa? Sebenarnya bisa juga disetting agar PDIP selalu seksi dibahas oleh publik," kata dia.

Oleh sebab itu, dirinya menduga bahwa ada sebuah agenda yang dibuat oleh PDIP. Sebab, dirinya mencurigai adanya dramaturgi poitik antara belakang dan depan panggung PDIP.

"Hal tersebut merupakan upaya Bambang Pacul yang membahas celeng perjuangan ini dibahas untuk mendapatkan panggung demi meraih popularitas dan elektabilitas. Jadi saya kira ini panggung politik yang memang banyak dimainkan oleh berbagai pihak, nanti mungkin polanya merasa teraniaya, akan tetapi ujung-ujungnya dijadikan komoditas politik," tutur Adib Miftahul.

Sebelumnya, dirinya turut menerangkan bahwa pernyataan Bambang Pacul tidak etis soal sebutan celeng untuk kader PDIP yang memberi dukungan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Kalau soal etis atau tidak etis ya jelas tidak etis, karena ini bisa menimbulkan polemik di internal PDIP itu sendiri," imbuh Adib.

Kendati demikian, menurutnya hal tersebut sangat wajar karena internal PDIP sudah memiliki putri mahkota yang tidak akan tergantikan.

Seperti diketahui, banyak pihak pula yang menduga bahwa Ketua DPR Puan Maharani yang notabene anak Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri telah dipastikan ikut dalam kontestasi politik 2024. [genpi]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "√Konflik 'Celeng' Dianggap Hanya Settingan untuk Menaikkan Popularitas PDIP"

Posting Komentar