√Peringati Hari Santri Nasional, Said Aqil: Santri Simbol Perlawanan Penjajahan

Peringati Hari Santri Nasional, Said Aqil: Santri Simbol Perlawanan Penjajahan - Hai Sobat pembaca semuanya, salam sejahtera kami ucapkan untuk para sobat Pembaca Swarakyat. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan memberikan Rahmat dan hidayahNya sehingga sobat bisa meluangkan waktu untuk mampir di situs kami ini.

Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Peringati Hari Santri Nasional, Said Aqil: Santri Simbol Perlawanan Penjajahan yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.

Said Aqil Siradj

 KONTENISLAM.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj memaknai Hari Santri Nasional sebagai momentum bersejarah dalam melahirkan bangsa yang kokoh. Dia mengatakan santri merupakan cikal bakal umat yang mampu mempertahankan NKRI dan mengedepankan persaudaraan.

“Indonesia bukan negara Islam bukan negara kafir, tetapi Darussalam negara yang damai, negara kebangsaan satu saudara satu ikatan, seperti sistem yang dipakai Nabi Muhammad yang membangun Madinah,” tutur Said dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Oktober 2020.
Bacaan Lainnya

    Menaker Sowan Ke Kiai Said, Ida Fauziah Jelaskan Klater Ketenagakerjaan UU CiptakerPBNU: UU Ciptaker Picu Kelonggaran Syariah Sertifikasi HalalHarga Mati, PBNU Tegas Meminta KPU dan Pemerintah: Tunda Pilkada Serentak 2020!

Said mengatakan rasa persaudaraan atau ukhuwah wathoniyah penting dimiliki sebuah bangsa. Dengan begitu, bangsa akan menjadi kuat dan memiliki akhlak mulia serta hormat kepada semua pihak, termasuk guru.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini juga mengungkapkan bahwa santri merupakan simbol perlawanan terhadap penjajahan. Santri di Indonesia, kata dia, memiliki peran besar dalam merebut dan mempertahankan NKRI dari kolonialisme.

“Santri merupakan mitologi yang menjadi atribut kelompok umat Islam yang melawan penjajah,” tuturnya.  


Said mengimbuhkan, saat ini persoalan perbedaan suku sudah tidak ada lagi. Namun, yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya adalah persoalan agama yang selalu dikaitkan dengan nasionalisme.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Peringatan santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional pada tangga 22.

Kepala BPIP K.H Yudian Wahyudi mengapresiasi langkah Jokowi menetapkan beleid itu. “Saya ucapkan terima kasih kepada bapak Presiden yang berani terbitkan Keppres dan menghargai kaum Santri”, ucapnya. Dia juga berterima kasih kepada Jokowi karena telah memberdayakan sumber daya manusia (SDM) dari kalangan sebagai pemangku kepentingan. (Baca Juga: Said Aqil Siroj Gerakkan NU Untuk Tolak UU Cipta Kerja)

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Benny Susetyo, menilai Hari Santri menjadi momentum bagi negara untuk meningkatkan kemampuan santri agar mampu bersaing dalam kancah global. Dia menyinggung pentingnya santri menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital.

“Ke depan diharapkan pemerintah memberi kontribusi peningkatan kualitas para santri untuk masuk dalam era digital,” katanya.

Sumber: tempo

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "√Peringati Hari Santri Nasional, Said Aqil: Santri Simbol Perlawanan Penjajahan"

Posting Komentar