√Ivermectin-Moeldoko Diduga Terafiliasi, Pigai: Menari di Atas Ribuan Mayat untuk Revolusi Nguntal

Ivermectin-Moeldoko Diduga Terafiliasi, Pigai: Menari di Atas Ribuan Mayat untuk Revolusi Nguntal - Hai Sobat pembaca semuanya, salam sejahtera kami ucapkan untuk para sobat Pembaca Swarakyat. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan memberikan Rahmat dan hidayahNya sehingga sobat bisa meluangkan waktu untuk mampir di situs kami ini.

Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Ivermectin-Moeldoko Diduga Terafiliasi, Pigai: Menari di Atas Ribuan Mayat untuk Revolusi Nguntal yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.

Ivermectin-Moeldoko Diduga Terafiliasi, Pigai: Menari di Atas Ribuan Mayat untuk Revolusi Nguntal 

KONTENISLAM.COM - Dugaan adanya kepentingan bisnis di balik penggunaan Ivermectin untuk pasien Covid-19 makin menguat usai Indonesia Corruption Watch (ICW) membeberkan keterkaitan produsen obat tersebut dengan orang istana.

Baru-baru ini, ICW mengungkap keterkaitan perusahaan produsen Ivermectin, PT Harsen Laboratories dengan beberapa tokoh nasional, seperti Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko dan anggota PDIP, Ribka Tjiptaning.

Bagi aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai, temuan ICW tersebut tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab urusan obat untuk penanganan Covid-19 adalah menyangkut nyawa.

"Jika benar, maka (mereka) menari di atas mayat-mayat 77.583 orang (jumlah kasus meninggal akibat Covid-19) tidak berdosa," kata Natalius Pigai dikutip dari akun Twitternya, Kamis (22/7).

Ia menekankan, upaya penanganan Covid-19 adalah urusan yang menyangkut nyawa banyak orang. Sebagai pejabat negara, sudah sepatutnya pemerintah mengutamakan misi kemanusiaan dalam penanganan Covid-19, bukan semata-mata bisa menjadi ladang bisnis menggiurkan.

"Ini soal hidup matinya rakyat, pemimpin yang rasis hanya hidup dengan merampok dan singgasana kuasa untuk revolusi nguntal," tegasnya.

Jika dugaan-dugaan adanya kartel bisnis dalam penanganan Covid-19 dari lingkaran istana benar adanya, maka tidak ada alasan lain bagi Presiden Joko Widodo tetap mempertahankan kursi kekuasaan di Istana Negara.

"Saya punya hak (untuk) minta Jokowi mundur daripada dikejar pascaberkuasa. Karena saya sayang Jokowi," tutup Pigai. (rmol)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "√Ivermectin-Moeldoko Diduga Terafiliasi, Pigai: Menari di Atas Ribuan Mayat untuk Revolusi Nguntal"

Posting Komentar